Canang Genten

Dalam persembahyangan sehari-hari maupun hari raya, canang adalah prasarana yang mutlak diperlukan untuk memusatkan pikiran dan wujud persembahan yang tulus kehadapan Bhatara ataupu Dewa. Sebagai sarana sederhana dapat dipakai canang genten. Adapun canang genten sebagai alasnya dipakai janur atau daun pisang, dan bentuknya segi empat. Kemudian diatasnya ada porosan dari sirih, kapur serta pinang lalu diikat dengan tali porosan ( dibuat dari janur ).
Diatasnya lagi diisi empat bunga dari janur, yang berbentuk kojong / tangkih, dan akhirnya barulah diisi bunga-bunga, pandan harum, serta wangi-wangi / minyak wangi.


Arti simbolis yang terkandung dalam canang ini adalah:
  • Palawa melambangkan ketenangan atau kesucian
  • Reringgitan / alas canang melambangkan kesungguhan hati
  • Sirih melambangkan Hyang Wisnu
  • Kapur melambangkan Hyang Siwa
  • Pinang melambangkan Hyang Brahma
  • Tali porosan melambangkan manunggalnya Brahma Wisnu Siwa atau menjadi Sang Hyang Widhi
  • Bunga melambangkan ketulusan hati
  • Pandan Harum / wangi-wangi merupakan alat pemusatan pikiran ke arah kesucian
Canang genten ini dapat dipergunakan pada setiap rahinan seperti kliwon, kajeng kliwon, purnama, tilem dan sebagai inti dari upacara besar lainnya. Walaupun kelihatan sederhana namun memiliki makna yang sangat mengagungkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

YANG PALING SERING DIBACA